Lingkungan Hidup

Manggala, Badak Jawa Mati Muda Penuh Luka

Jakarta – Kabar duka datang dari Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK). Manggala, badak jawa (Rhinoceros sondaicus) jantan berusia muda ditemukan mati penuh luka di tubuhnya di Blok Citadahan Pandeglang Banten, Kamis (21/3/2019) lalu.

Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Wiratno mengatakan, kemungkinan kematian Manggala bukan disebabkan perburuan liar. Menurut dia, TNUK memiliki sistem patroli yang kuat. Apalagi, saat ditemukan bangkai Manggala dalam kondisi utuh meski ada beberapa bagian tubuh yang mengeluarkan darah. Diduga kematiannya karena terkena serangan badak dewasa.

Kalau di Ujung Kulon saya kira secure ya keamanan, stable. Patroli di sana kuat karena patrolinya keliling. Itu bandak jantan, usia muda. Jadi, culanya juga belum begitu menonjol,” ujar Wiratno menjelaskan di Jakarta, Senin (29/4/2019), dikutip dari tempo.co.

Dikatakannya, kematian Manggala cukup mengherankan karena masih tergolong usia muda dalam arti bukan karena faktor alami. “Itu yang menarik. Karena termasuk remaja, (penyebabnya) sangat penting untuk diketahui. Memang ada luka-luka, tapi kita sedang cek,” kata Wiratno.

Lebih jauh dia menerangkan, bangkai Manggala kali pertama ditemukan tim Rhino Health Unit (RHU) SPTN II Pulau Handeuleum di wilayah hutan Citadahan pada 21 Maret 2019. Dua hari berselang, tim terpadu yang terdiri dari RHU, Rhino Protection Unit (RPU), dan Balai TNUK turun ke lapangan mengambil sampel dari bangkai Manggala. Organ yang diambil antara lain usus halus, usus besar, hati, lambung, dan limpa.

Masih kata Wiratno, pada 13 April 2019 kuburan Manggala kembali dibongkar untuk diambil tulang-belulangnya. Sampel tulang kemudian dibawa ke laboratorium Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor (IPB).

Nekropsinya lama, dua sampai tiga minggu,” ujar Wiratno.

Dari data KLHK, jumlah badak jawa ada 68 individu terdiri dari 57 dewasa dan 11 anak dengan 37 jantan dan 31 betina. Badak jawa adalah salah satu spesies terlangka dari lima spesies yang ada di dunia dengan status critically endangered atau terancam punah menurut daftar merah International Union for Conservation of Nature (IUCN).

Kematian Manggala secara otomatis mengurangi populasi badak jawa yang hanya terdapat di TNUK. Tahun lalu, TNUK juga kehilangan badak Samson yang mati karena infeksi usus. 

Ani Ariyani (Author)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *